Postingan

Maret

Maret adalah bulan pertemuan kita. Kamu masih ingat? Pertemuan ini sangat lucu. Entah, disengaja atau tidak, namun pertemuan kita seakan sudah diatur oleh Tuhan. Aku sangat tertarik dengan skenario yang Tuhan berikan atas pertemuan kita. Semua masih ada di kepala, aromamu, lembut bibirmu, dan genggaman tanganmu.  sudah ratusan malam kita lewati berdua. Kita seakan tak ingin saling melepas pelukan kita. Kita saling menatap, saling melempar pujian, dan tak jarang kita saling tersenyum, seolah bersyukur kita saling memiliki. Maret, bulan dimana aku meyakinkan diriku, bahwa aku adalah milikmu. Kaupun begitu, meyakinkan dirimu bahwa kau adalah milikku. Kita adalah syukur yang aku dan kau aminkan. Janji bersamamu pun sudah kita ikat, seakan tak pernah lekang. Tak pernah ada aku dan kau, yang ada hanya kita. Namun, maret pula yang memisahkan. Entah badai apa yang datang. Aku pikir, semua akan baik-baik saja. Aku pikir, kita tidak akan terpisahkan oleh apapun. Kau tau kan, indahnya yang su...

11/3/22 Satu Hari

Setelah aku berbicara tentang senja, malam dan pagi, aku sadar ternyata mereka semua hanya sementara. Aku hanya menikmati mereka disaat waktunya datang, dan sesaat aku kehilangan. Sama halnya dengan kehadiran mereka, sementara. Saat ini, tak ada tempatku lagi untuk berlabuh. Senja sudah tak semenenangkan dulu, cahayanya semakin redup meskipun masih banyak orang yang mendambanya, ia lebih memilih pergi tenggelam bersama temaram. Malam sudah tak seindah dulu, bintang bintang enggan menampakkan dirinya, bahkan bulanpun tak lagi menjadi temanku bercerita tentangmu. Begitupun dengan Pagi, yang aku pikir akan menjadi tujuan terakhirku. Ternyata kesejukannya tak lagi seerat dulu, perlahan ia menjelma menjadi terik yang menyengat. Semua perlahan pergi dengan menyisakan pahit.  Kembali aku merasakan perihnya mencintai setelah semua yang kucintai perlahan pergi. Kembali hati ini dipaksa mati dan tak mampu mengundang siapapun masuk ke dalamnya. Pagi yang terakhir, yang membekas, dan aku harus...

20/3/21 Bercumbu dengan Masa Lalu

Sudah lama aku tidak menulis lagi, sepertinya blog ini sudah usang, sejak aku bertemu dengan dia. Dia yang saat ini sedang mengisi hatiku, hehe. Tenang, saat ini aku tidak ingin bercerita tentang dia. Biarkan dia tenang dalam diamnya dan melakukan semua yang dia sukai. Saat ini, aku hanya ingin mengenang masa lalu. Bukan aku tidak move on , tapi ada baiknya sesekali mengenang mereka yang sudah berpartisipasi dalam mengubah hidupmu. Dulu, aku pernah bercerita di blog ini tentang seseorang yang sudah membuat hatiku begitu oatah, ya dia orang pertama yang menyakitiku. Semenjak dia pergi dengan perempuan itu, dia sudah kulupakan. Dia tidak lagi memiliki ruang di hatiku, sedikitpun. Bahkan, dia sudah kuanggap tidak ada lagi di bumi ini. heheh canda bumi (kata anak alay 2021 wkwk). Ya, aku sempat mendengar kabarnya, bahwa dia sudah tak lagi bersama wanita itu, dan wanita itu pergi menikah dengan laki-laki lain. Dalam hatiku, aku sungguh prihatin. kasihan, dia sudah berjuang untuk bersama wan...

This is Our Story (3-420)

Baby, here we now I found you with my fault Holding you when you fall asleep And kissing you when you far away Baby, is this love? After that, I can’t live without you I stalking you and always ask you, where you are? I’m sorry if I haunting you But baby  We agreed to be together Even though we’ve hurt many hearts   Even though many lies that we keep   But this our story, just we are #newstory #lastandforever

Selamat Tinggal Malam

Dulu pernah aku bercerita tentang malam yang selalu menemaniku. Hanya malam yang mampu membuatku merasa aman dan nyaman. Namun ternyata, malam itu tidak abadi. Akan ada saatnya malam turut hilang seperti senja yang hanya menyejukkan sesaat. Lebih dari ratusan malam kita lalui, tak banyak yang kita lakukan. Hanya diam, menikmatinya hingga terlelap tidur. Jauh lebih sering aku mendengar degup jantungku dibandingkan mendengarkan suaramu. Dan pada akhirnya aku menyerah dengan keadaan. Perasaan adalah hal yang cukup berharga yang kumiliki. Aku harus menghormatinya, sebagai pembawa suasana di dalam hidupku. Saat ini, ia sedang tidak baik-baik saja. Ia sudah tidak menyukai malam, bahkan ia sangat membencinya. Maafkan aku, bukan aku tega namun perasaanku berkata lain. Bagaimanapun, perasaan tidak pernah berbohong, hanya ia yang mampu jujur dan tulus. Malam ini adalah malam terakhir kita. Terima kasih sudah menjadi malam-malamku selama ini. Terimakasih sudah menjadi gelap disaat aku membu...

Kau hanya senja yang sesaat (Bertemu kembali)

...... Entah mengapa, aku begitu tidak percaya dengan hal yang kebetulan. Mungkin sudah berapa kali melewati hal yang diluar dugaanku. Tapi, kali ini aku mempercayainya sebagai takdir Tuhan. Sudah lama aku mengubur dalam-dalam perasaan yang pernah bersinar saat kau masih menjadi dambaan hatiku. Saat itu kau hadir dalam kekelaman yang kurasakan atas hati yang telah dipatahkan.   Semua terasa sangat menyenangkan, menyimpan gambaranmu dan merekam suaramu adalah hal yang setiap hari kulakukan. Namun, senja yang menjadi dambaan semua orang, yang menjadi hal yang dikagumi semua umat, tidak berpihak dengan diriku. Semesta gelap, dan langit oranye sekalipun tak memperlihatkan wujudnya. Saat itu juga semua tentangmu hilang, terbawa angin ke utara hingga tak sempat terutara. Entah kemana angin membawamu, dan aku hanya bisa menunggu sampai kapan akan ku simpan perasaan ini. Ternyata, tidak semudah itu untuk melupakanmu, banyak perkara yang terjadi atas perasaan ini. Banyak hati ...

#odejourney Semeru , Puncak tertinggi Jawa.

Welcome to my blog!! Ini blog pertama yang ngebahas tentang perjalanan aku selama traveling. Walau perjalanannya udah lama banget, tapi ga ada salahnya aku untuk sharing di blog ini.  Kali ini aku bakal share perjalanan aku sama temen-temenku menuju Gunung Semeru, di Malang, Jawa Timur. Sebelumnya juga aku udah ada share untuk foto foto perjalannya di blog aku atau kalian bisa lihat  di sini . OH YA DISINI AKU BAKAL NGOMONG JUJUR SOAL PERJALANAN, MULAI DARI HARGA, SUSAHNYA APA, DAN GIMANA GIMANANYA LAH POKOKNYA HAHA. Kita berangkat di tanggal 5 July – 12 July 2014. Dalam perencanaan kita enggak menetapkan tanggal pasti untuk naik ke gunungnya. Jadi, kapan kita siapnya aja. Tanggal 5, kita berangkat dari Medan ke Jakarta naik pesawat. Waktu itu dapat tiket Rp.900.000 naik Lion Air dan berangkat malam. Sampe Jakarta kita langsung ke Bandung, dan bermalam di sana. Kenapa ke Bandung? Jadi kita rencananya, ke Malang itu naik Kereta Api dari Bandung. Ya r...